Bemula dari sms yang mengejutkan dari teman dekatku, isi nya begini
” nduk, tanggal 29 mei aku nikah, datang yaa, harus datang “
whooottts!!, serius dan tawaku meledak, mosok sie kok cepet banget, ya wes, karena memang kebetulan pada tanggal 29 mei hari minggu dan aku ga piket, ya sudah ku bilang, “insya allah aku datang ke jogja”. sempet mikir juga jogja, mau pake pesawat atau kereta yaaah ? tak ketik airasia.com, waduh, ga ada promo jee.. harganya 500 an ke atas booo, ga usah aja lah, pake kereta, rencana pake senjautama. Singkat cerita jadilah aku berangkat sabtu sore dari jakarta, sore itu cukup padat, jalur 72 ke blok M, disambung pake busway arah harmoni. sampai harmoni pukul 18:30, betapa kagetnya aku, lemas sudah lihat antrian menjubel tak karuan di depanku, habis lah remuk remuk badanku yang kecil ini. Jurusan pulo gadung, turun pasar senin, aku coba meringsek masuk ke jubelan orang orang bertubuh besar dan bongsor, layaknya liliput yang lincah, masuklah aku di dalam jubelan orang orang itu. panas, sesak, sumuk jadi satu, tas league, aku coba rangsel di depan saja, takut takut ada yg tertarik pengen liat potoku, hahaha,… aku berhasil ikut rombongan busway menuju pasar senen, berdiri dengan satu tangan bergelantungan kayak tarzan. eh eh, disini aku mulai agak panik, karena tiba tiba aku lupa (pelupa ini udah penyakit), halte pasar senen itu halte ke berapa ya setelah harmoni? hiyaaaa..aku langsung mencolek cewek sebelah, dan katanya “bentar lagi kok mbak, 2 halte dari sekarang,”, syukurlah, takutnya tuh aku ke bablases, mati aku, kalau sampe ke bablasen, mana si sopir busway ga ngidupin robot pemberitauan kayak biasanya lagi, hufft, biasanya kan ada pemberitahuan kalau udah dekat ke halte mana gitu, nah ini ga ada
, syukur dengan semangat masih tersisa, aku sampai di senen, lagi lagi aku ragu, stasiun senennya dimana ya, gubrag, panik lagi. aku tanya lagi sama bapak bapak di jalan. alhamdulillah, aku sampai di stasiun pasar senen. Dengan masih bercucuran air mata, aku sampai di sana, dan tahukah kalian sampai disana ada pengumuman yang mengejutkan, dengan bertuliskan spidol begini isinya “TIKET SUDAH HABIS”, nangis guling guling, goser goser di tanah, haha lebay, ga dink, aku kan kalem, hihihi, memutar otak, aku pun putuskan menggunakan kereta ekonomi, tapi tahukah kalian, setelah aku tanya ke petugas loket, tiket masih ada tapi ga bisa duduk, hiksss… dalam kebingungan itu , aku tiba tiba di colek sama bapak bapak, kurus, tingginya sekitar 155 cm, memakai pakaian kayak pedagang asongan, berkumis, dan berkulit coklat, ” neng, tiket ekonomi udah habis, bisa beli tapi ga dapat tempat duduk, kalau mau ini ada 1 tiket, tapi harganya 50.000, (kalau harga normal 35.000). aku sempat percaya, tapi tiba tiba aku ragu, jangan jangan bapaknya jual tike kadarluarsa lagi, ” mana pak tiketnya, aku mau lihat, jangan jangan palsu lagi”, setelah aku lihat, ternyata, tanggal, jam, hari dan berangkatnya benar , Gerbong 7 nO. 19 B. “Ehm,boleh deh pak, “, aku kasih tuh bapaknya 50.000, ya itung itung, membantu bapaknya
. aku pun menuju mini market untuk beli roti (sari roti), potato dan mizone, setelah itu aku masuk ke stasiun untuk menunggu kereta, lumayan lama menunggu kereta, keberangkatan kereta pukul 21:00 wib, dan aku sudah menunggu dari pukul 09:15 WIB, lama kan, aku mencoba menghabiskan waktu dengan membaca buku yang sudah lama di berikan oleh seorang teman. sampai sampai ada mas mas yang nyeletuk, ” mbak mbak, katanya orang yg suka baca itu wawasannya luas ya?”, aku jawab, ” justru karena aku kurang wawasan, aku berusaha suka membaca mas”, aku tidak tahu nama masnya, tapi katanya dia dari pulang kerja di bangka belitung, baru pulang menggunakan batavia air dan akan menuju ke kebumen. Tak sengaja waktu aku membaca untuk menghilangkan jenuh, aku melempar pandangan, ada 1 pemandangan di depanku, seorang bule dengan menggunakan kaos singlet dan kolor, baringan di lantai berbantalkan tas layaknya backpacker, sambil baca buku, aku pikir ” asoy banget, santai kayak di pantai, ” ga ngerasa panas dan risih apa ya tuh bule
, biasa lah, budaya timur aku masih berfikir sopan dan santun. Tapi memang budayaku dan dia berbeda jadi ya sudah aku pun menepiskan hal tersebut begitu saja.
Pukul 21:00 wib keretaku pun datang, tut..tut..tut… siapa hendak turut, aku pun lari kayak setan kemalingan, barangkali tempat duduk aku di rebut orang lain, gimana coba
, alhamdulillah aku dapat tempat duduk, awalnya aku dapat tempat duduk di pinggir, lalu dengan malu malu, ku bilang sama bapak berkumis, berjaket hitam dan berkulit hitam yang duduk di dekat jendela, ” bapak, mau tidak tukeran tempat duduk denganku “, permintaanku di sambung dengan baik, dan akhirnya aku pun duduk di dekat jendela,naik apapun, bis, kereta, pesawat, aku selalu memilih dekat jendela, udah kebiasaan dari kecil
. tempat duduk di kereta berhadapan, di depan saja ada 3 orang bapak, dan sebelahku ada mas mas, dan sebelah nya lagi bapak bapak yang tukeran tempat duduk denganku. Di dalam kereta aku habiskan untuk baca buku dan tidur, hingga paginya, tak terasa kaki aku pegal bukan main. Sempat bapak di depanku bilang,” mbak sama siapa ke jogja?”, aku jawab, “sendirian pak”, “berani ya sendiri ke jogja malam malam, pake kereta ekonomi lagi,
“, ” saya biasa pergi pergi sendirian pak”
, bagiku pergi sendirian lebih enak, bisa leluasa kita pengen ke mana aja,
, oya, tampaknya sebelum naik kereta aku juga di tanya bapak bapak, “mbak ke jogja sama siapa?”, ” sendirian pak”, “hati hati ya mbak, perempuan sendiri malem malem di kereta”. “inggih pak” jawabku hehe,.. mungkin aneh kali ya, cewek kok berani sendiri ke jogja malam malam pake kereta ekonomi lagi
, waduh yang lebih dari ini aku juga pernah, dari bumiayu ke surabaya. di kesempatan yang lain aku cerita deh
tapi gpp, bentar lagi juga sampai, teman aku yang mau nikah, berusaha memintaku untuk cepat cepat ke klaten. waduh wong baru nyampe wates, gimana mau cepat, emang aku punya kantong doraemon, hehe… sesampai di stasiun lempuyangan jogja, aku di jemput teman, langsung menuju giwangan mau pesen tiket bus saja, yang excecutive, biar aku bisa tidur. yap aku dapat tiket 165.000, tiket sudah aku kantongin, aku pun mandi dan menuju klaten, sampai disana aku telat, ternyata ijab sudah selesai, ya wes gpp, pertamuan dengan teman aku cuma sebentar, kami hanya foto foto dan sempat aku berfikir, ” hebat ya, di umur semuda itu sudah menentukan pilihan untuk menikah, pilihan yang menurutku berat”
, hehe..acara pun selesai, pukul 11:45 kami berpamitan pulang, karena pukul 14:00 wib , aku sudah harus ada di giwangan. sebelum ke giwangan, kami mampir di warung lotek, sudah lama aku pengen lotek, di jakarta ga ada soalnya
. kenyang dengan lotek, aku pun langsung bergegas ke giwangan. dan tahukah kalian, ternyata tiket yang aku beli itu kemahalan, ternyata aku belinya di calo, tiket aslinya harga Rp.125.000,-. OMG… ga ikhlas banget rasane, mending kayak bapaknya yang di stasiun pasar senen, gitu malah jujur, nah ini udah bilangnya bis excecutive, ternyata bisnya biasa aja. rasane rak enak tenan di bohongi. keterlaluan, sempat mengutuki diri sendiri, karena mudah percaya, ya sudah lah, mungkin bapaknya lagi butuh. mencoba mengikhlaskan. aku tahu ini dari ageb bus asli pahala kencana, dan aku pun di sarankan untuk langsung telp saja jika ingin pesan tiket, ” dijadikan pelajaran mba,”, akupun tahu diri, mungkin aku juga salah tadi ga cari info dulu, karena saking terburu buru jadi ga berpikir panjang.
aku naik bis dan bis pun jalan, di sebelah ku ada cewek, cantik, putih, rambut sebahu dan memakai jaket abu abu, dia katanya mau daftar ke UI, kami di jalan sangat asyik bercerita, sangat nyambung tepatnya dan banyak kesamaan, bisa menghiburku yang lagi kecewa sama calo bus, hehe
. pegal rasanya di bus lama, dan bus kami pun terjebak macet di indramayu. hadooohh, sampai jam berapa nih di jakarta , nangis
(, macetnya ampun dah, pukul 07:00 wib bus masih terjebak macet di tol cikarang, duh duh, dan sang sopir sudah mencak mencak, karena kondisi macet, ga bisa maju ga bisa mundur, emang macet sangat merugikan, rugi tenaga, rugi waktu, rugi uang, bikin deg degan, karena harus sampai kantor jam 8, dan bikin streeess..
(. pukul 08:40 wib sampai di terminal lebak bulus, aku bergegas pamit dengan teman sebangkuku, dan langsung menyetop tukang ojek, 25.000 deal sampai kantor ku di mayestik tapi sebelumnya mampir kosku ambil leptop, tepat pukul 09:00 wib aku sampai kantor dan memulai aktivitasku, (telat sejam, gara gara macet), apa ga capek,habis mudik langsung kerja? jelas capek, tapi mau gimana lagi ini tanggung jawab soalnya
dapat di ambil kesimpulan, dalam hal apapun, kita harus hati hati, selalu waspada, karena kejahatan ada dimana mana, kejahatan bukan karena ada niat pelakunya saja, tapi karena ada kesempatan, hahaha ….
) ya mungkin yang membaca bisa mengambil hikmah dari cerita ku ini, akhir kata ini hanyalah curcol saja, hehe
Recent Comments